Blog ✦

Desain Undangan After Party Pernikahan: Cara Memilih Template yang Pas

Undangan after party pernikahan adalah undangan untuk acara lanjutan setelah resepsi utama, biasanya berisi suasana santai, musik pilihan, dan jam yang lebih fleksibel. Artikel ini membahas cara memilih template yang pas supaya pesan Anda mudah dipahami dan tampil rapi di layar ponsel tamu.

Desain Undangan After Party Pernikahan: Cara Memilih Template yang Pas
  • Satu tautan memudahkan pengiriman undangan ke banyak tamu sekaligus.
  • Pilihan musik dan animasi membuat undangan terasa lebih personal.
  • Pengisian RSVP membantu pasangan mencatat jumlah tamu lebih awal.

Ringkasan video artikel ini

Desain Undangan After Party Pernikahan yang Pas

Tonton video di halaman tersendiri

Transkrip video

Undangan after party pernikahan adalah undangan untuk acara lanjutan setelah resepsi utama, dengan suasana santai dan jam yang lebih fleksibel.

Banyak tamu mengira after party hanyalah kelanjutan resepsi. Karena itu, tulis nama acara dengan jelas di baris atas, lalu tanggal dan lokasi.

Pilih gaya yang sesuai suasana, lalu jaga warna tetap selaras dengan tema pernikahan Anda. Gunakan satu warna utama dan satu aksen saja. Font yang mudah dibaca membantu nama pengantin tetap terlihat jelas.

Musik dan animasi cukup satu atau dua elemen agar halaman tetap cepat dibuka. Pastikan musik mudah dimatikan, karena tamu mungkin membuka undangan di tempat ramai.

Satu tautan memudahkan pengiriman ke grup keluarga, pesan pribadi, atau media sosial. Tamu cukup membuka tautan yang sama, tanpa perlu membuat undangan baru untuk setiap grup. Fitur RSVP mencatat jawaban tamu di satu tempat, sehingga Anda bisa melihat jumlah kehadiran dengan lebih mudah.

Buat undangan after party Anda di Onlivita, lalu sesuaikan nama, jam, dan lokasi.

Untuk melihat berbagai gaya, Anda bisa menelusuri pilihan tema undangan dan membandingkan warnanya di layar ponsel.

Mengapa Acara Setelah Resepsi Butuh Undangan Sendiri?

Karena tamu perlu tahu bahwa acara ini berbeda dari resepsi, dan undangan yang tepat membantu mereka memutuskan untuk hadir.

Banyak tamu mengira after party hanyalah kelanjutan resepsi, padahal suasananya berbeda. Ada yang datang dengan pakaian lebih santai, ada yang hanya singgah sebentar. Karena itu, undangan sebaiknya menyampaikan perbedaan ini sejak awal.

Kami menyarankan Anda menulis nama acara dengan jelas, misalnya 'After Party' di baris atas, lalu tanggal dan lokasi di bawahnya. Dengan begitu, tamu tidak perlu menebak apakah mereka harus memakai kebaya atau cukup batik.

Bagi keluarga yang datang dari luar kota, after party sering menjadi momen berkumpul yang paling santai. Karena itu, undangan sebaiknya terasa hangat, tidak kaku seperti surat resmi.

Anda juga bisa menjelaskan apakah tamu boleh membawa pasangan atau anak. Informasi kecil seperti ini sering luput, padahal tamu akan merasa lebih nyaman ketika tahu persis siapa saja yang diundang.

Memilih Gaya dan Warna Template

Pilih gaya yang sesuai suasana acara, lalu jaga warna tetap selaras dengan tema pernikahan Anda.

Template after party biasanya lebih ringan dibanding undangan resepsi. Anda bisa memilih warna hangat, latar gelap untuk suasana malam, atau nuansa pastel untuk acara sore. Yang penting, warna undangan tetap nyambung dengan dekorasi dan foto prewedding Anda.

  • Gunakan satu warna utama dan satu aksen saja.
  • Pilih font yang mudah dibaca di layar kecil.
  • Sisakan ruang kosong agar tampilan tidak terasa penuh.

Jika latar terlalu ramai, teks akan sulit terbaca. Coba lihat undangan di layar kecil, lalu pastikan nama pengantin tetap mudah ditemukan tanpa perlu diperbesar.

Perhatikan juga gaya ilustrasi. Ilustrasi yang terlalu kekanakan bisa membuat acara terasa kurang serius, sedangkan foto yang terlalu formal kadang terasa dingin untuk pesta santai. Cari keseimbangan di antara keduanya.

Susunan Informasi yang Wajib Ada

Nama pengantin, tanggal, jam, lokasi, dan cara konfirmasi harus tampil paling atas.

Tamu biasanya membuka undangan sambil berjalan atau di sela pekerjaan. Karena itu, informasi penting perlu terlihat dalam beberapa detik. Susun dari yang paling penting ke yang pelengkap.

  1. Nama pengantin dan nama acara.
  2. Hari, tanggal, dan jam mulai.
  3. Nama tempat serta alamat singkat.
  4. Batas waktu konfirmasi kehadiran.

Hindari kalimat panjang yang berputar-putar. Tamu lebih suka kalimat pendek seperti 'Kami tunggu di malam yang santai' daripada paragraf panjang tentang sejarah keluarga.

Jika ada dress code, tulis di bagian bawah dengan satu baris saja. Misalnya cukup 'Pakaian bebas rapi' agar tamu tahu harus bersiap seperti apa tanpa membaca banyak kalimat tambahan.

Musik dan Animasi Secukupnya

Musik dan animasi membuat undangan hidup, tetapi cukup satu atau dua elemen agar halaman tetap cepat dibuka.

Musik latar yang Anda pilih sebaiknya sesuai suasana. Lagu yang tenang cocok untuk acara malam, sementara lagu ceria lebih pas untuk after party sore. Animasi juga membantu tamu merasa diundang secara personal, asalkan tidak berlebihan.

Pilih lagu yang Anda sukai sendiri, karena pasangan biasanya akan mendengarkannya berulang kali saat menyiapkan acara. Uji undangan di ponsel sebelum dikirim, dan pastikan musik bisa dimatikan dengan mudah.

Tamu yang membuka undangan di tempat ramai atau di kantor mungkin tidak ingin musik langsung terdengar. Karena itu, tombol pengendali suara yang jelas akan sangat membantu.

Peta dan Hitung Mundur untuk Tamu

Peta dan hitung mundur membantu tamu menemukan lokasi dan tahu sisa waktu sebelum acara dimulai.

  • Tambahkan peta agar tamu bisa langsung membuka rute.
  • Tampilkan hitung mundur untuk menambah rasa antusias.
  • Cek ulang titik peta agar tidak keliru dengan gedung yang namanya mirip.

Hitung mundur juga berguna sebagai pengingat halus. Dengan melihat sisa waktu, tamu jadi tahu seberapa dekat acaranya dan bisa menyesuaikan jadwal lebih awal.

Kalau lokasi cukup sulit dicari, tambahkan patokan terdekat seperti nama pusat perbelanjaan atau pertigaan besar. Petunjuk seperti ini sering lebih berguna daripada alamat yang panjang.

Kirim Lewat Satu Tautan dan Pantau RSVP

Satu tautan memudahkan pengiriman, dan fitur RSVP membantu Anda mencatat siapa yang hadir.

Dengan satu tautan, Anda bisa membagikan undangan lewat pesan pribadi, grup keluarga, atau media sosial tanpa mengirim berkas berulang. Tamu cukup membuka satu tautan yang sama, jadi Anda tidak perlu membuat undangan baru untuk setiap grup.

Fitur RSVP mencatat jawaban tamu di satu tempat. Anda tidak perlu lagi menghitung balasan pesan satu per satu, dan Anda bisa melihat jumlah kehadiran dengan lebih tenang.

Setelah tamu mengisi, Anda bisa melihat daftar jawaban dan menyesuaikan rencana tempat duduk atau kebutuhan lain. Ini membuat persiapan terasa lebih teratur, terutama jika Anda juga memakai planner pernikahan.

Jika Anda ingin mulai dari nol, coba undangan digital after party yang sudah menyediakan animasi, peta, dan hitung mundur.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah undangan after party harus memakai template yang berbeda dari resepsi?

Tidak harus, tapi tamu akan lebih mudah memahami acaranya jika nuansanya dibuat sedikit berbeda. Anda bisa tetap memakai warna yang sama lalu memberi suasana yang lebih santai.

Bisakah saya mengubah musik setelah undangan dikirim?

Setelah mengganti musik, buka undangan di ponsel untuk memastikan lagu barunya sudah terdengar. Kalau ada perubahan penting, kabarkan juga ke tamu lewat pesan singkat.

Apakah tamu wajib mengisi RSVP?

Tidak dipaksa, tapi kami menyarankan tamu diberi kesempatan mengisi. Dengan begitu Anda punya gambaran jumlah tamu lebih awal.